pengertian-agile-yang-sebenarnya
Katanya AGILE, tapi kok ...???

Katanya AGILE, tapi kok ...???

  • Category: Ekonomi
  • Date: 19-12-2019

Banyak kalangan yang menggunakan kata AGILE, mulai dari orang-orangan sawah sampai orang-orang dilapangan golf, tapi apakah sama pengertian AGILE menurut mereka ? wallohu a'lam...

Setiap orang memiliki definisinya masing-masing tentang Agile karena tidak ada definisi konkrit mengenai Agile dan sering kali hal ini hanya membuat orang-orang awam semakin bingung dengan Agile dan menjadi lahan subur bagi sebagian pihak yang ingin memasukkan doktrin Agile mereka sendiri.

Agile atau Agility bukanlah membicarakan tentang peralatan, teknologi, ritual, praktek ataupun metode-metode tertentu. Agility adalah kerendahan hati semua orang di perusahaan, mulai dari jajaran staf hingga pimpinan agar mau belajar terus menerus supaya dapat responsif terhadap perubahan pasar yang semakin cepat. Petualangan menuju Agility tidak selesai dalam satu malam dan tidak memiliki akhir karena Agility adalah sebuah proses belajar terus-menerus yang berkesinambungan. Coba simak beberapa pengertian AGILE yang menyimpang  berikut ini yang menguntungkan sepihak.

  • Katanya AGILE, tapi keputusan BOS selalu yang palin bener 

Kalau Agile berarti si bos selalu benar dan nuansa kerjanya otoriter seperti jaman NAZI lalu apa yang membedakan Agile dengan metode ABS "Asal Babe Seneng

Kalau Agile masih menggunakan model top-down yang tidak menekankan kolaborasi dan collective intelligence lebih baik ngaku aja masih menggunakan metode lama yang tidak menekankan collective intelligence saja daripada membodohi Software Developer.

  • Katanya AGILE, tapi ga mau menulis test automation

Kalau Agile masih diartikan “asal cepet selesai”. Pemahaman dangkal seperti ini berarti software developer tidak perlu peduli dengan kualitas, yang penting cepet selesai. Kalau seperti ini maka akan banyak pimpinan perusahaan dan kostumer yang tidak percaya dengan Agile karena kualitas softwarenya lebih buruk. Pantas saja banyak click tester yang benci dengan Agile karena mereka jadi lebih banyak mengerjakan regression test.

Tim yang tidak menulis test automation akan menghasilkan technical debt dan ini bersifat seperti bom waktu dalam jangka panjang. Kalau Agile artinya adalah cowboy coding yang tidak peduli dengan automation, mungkin lebih baik tetap menggunakan metode lama saja daripada membodohi kostumer dengan penyalah-gunaan kata Agile.

  • Katanya AGILE, tapi request setiap hari

Kalau Agile diartikan “boleh berubah-ubah …. seenak udelnya”. maka ini akan merugikan software developer. Software developer jadi lembur ga karuan. proyek ga karuan kapan selesainya, proyek ga punya visi yang jelas dan hanya akan membawa kerugian finansial.

  • Katanya AGILE, tapi software developer masih di-assign pekerjaan

Kalau Agile hanya sekedar diterjemahkan “cepet” dan kita males untuk investasi ke coaching dan masih menganggap software developer sebagai pribadi yang bodoh dan tidak cukup dewasa untuk self-organise mengambil pekerjaan sendiri lebih baik kita tetap menggunakan metode lama saja. Ya karena kalau dipikir apa gunanya menggunakan label baru dengan perilaku lama? Supaya dapat pengakuan dari publik?

  • Katanya AGILE, tapi scope dan time masih fixed

Agile dalam fixed scope dan fixed deadline sama dengan "Cheetah yang berada dalam kerangkeng" . Artinya AGILE sama saja dengan Waterfall/mini-waterfall ?

 Kalau definisi Agile adalah mini-waterfall maka Software Developer lembur hingga mata berdarah, kualitas software semakin buruk. Matilah !

Kesalahan dalam mengartikan AGILE akan merugika pihak lain... Nah bagaimana dengan kita, siapkah kita dengan Metode AGILE, atau ingin tetap dengan metode lama ?

...ref : medium.com....

Share This

Comments