Mindset Kuno Penjajah Ekosistem Software Development Indonesia
Mindset Kuno Penjajah Ekosistem Software Development Indonesia - Part 5

Mindset Kuno Penjajah Ekosistem Software Development Indonesia - Part 5

5. Kekuatan politik selalu menang

Our world is limited because it is determined by our interpretation which inevitably excludes everything that we’re not able to understand.
— Doug Silsbee

Sistem pendidikan di Indonesia telah mengajarkan kita untuk patuh terhadap legacy atau aturan-aturan baku yang sudah dibuat oleh para pendahulu kita daripada berpikir di luar kotak dan menentang status quo. Sistem pendidikan di Indonesia telah berhasil menghasilkan followers daripada thought leaders. Mungkin kita terlalu nyaman dengan kejayaan kita di masa lalu. Complacency adalah awal dari runtuhnya sebuah organisasi yang bisa juga terjadi terhadap sebuah bangsa.

Sama seperti di pemerintahan, bila kita menantang status quo di perusahaan, kita akan diacuhkan oleh pimpinan perusahaan karena kita akan dianggap sebagai anak-muda yang sok tahu dibandingkan manajer kita yang sudah lebih dahulu merasakan asam-garam dunia. Tidak jarang kita sampai dikucilkan bahkan terkadang berakhir pada pemutusan hubungan kerja. Akibat budaya tersebut kita dan segenap rekan-rekan kita lebih memilih mengambil posisi aman dan menerima realita hidup daripada memperbaiki realita hidup kita.

Akhirnya banyak orang-orang cerdas dan bertalenta di korporasi Indonesia yang menonaktifkan otaknya setiap pagi sebelum mereka masuk ke kantor karena perusahaan-perusahaan di Indonesia lebih menghargai collective stupidity daripada collective intelligence. Perusahaan di Indonesia selalu mendengungkan kalau mereka mencari talenta dan orang-orang terbaik di lowongan pekerjaan yang mereka tulis. Ini adalah salah-satu bullsh*t terharum abad ini karena orang-orang cerdas ini nantinya akan dipaksa untuk mengikuti keputusan dari orang-orang yang memiliki kekuatan politik tertinggi di perusahaan. Dalam jangka panjang sistem ini akan membuat orang-orang yang awalnya cerdas menjadi dungu karena mereka tidak memaksimalkan kapasitas otaknya selama bekerja di perusahaan tersebut. Model kepemimpinan mayoritas korporasi di Indonesia masih menggunakan model “leading using authority” yang merupakan legacy dari jaman orde baru daripada “leading by example”.

Just because it has been like that, it doesn’t mean it always has to be like that forever. Just because we have been doing it like that, it doesn’t mean there aren’t any better way to do it.

Paradox adalah ketika kita mengatakan “mindset di perusahaan tempat kita bekerja sudah kuno” namun di lain sisi kita tetap nyaman dengan budaya kerja seperti itu dan turut mendukung status quo. Ini alasan industri software di Indonesia hanya jingkrak-jingkrak di tempat sejak 20 tahun lalu dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara lainnya. Contoh sederhana saja di tahun 2016 ini masih banyak software engineer dan test engineer di Indonesia yang belum tahu bagaimana melakukan Test Driven Development (TDD).

You never change things by fighting the existing reality. To change something, build a new model that makes the existing model obsolete.
— R. Buckminster Fuller

Solusi yang tetap mengakomodir legacy system

Kita gemar sekali meminta solusi untuk permasalahan di perusahaan kita namun setelah orang lain menjabarkan solusinya kita justru akan kembali mengatakan: “ya merubah budaya di perusahaan susah, sudah dari dulu perusahaannya seperti ini”. Akhirnya mental dan perilaku seperti ini, bangsa kita cuma berputar-putar di tempat seperti seekor anjing yang sedang mengejar ekornya sendiri. Ketika kita mendapatkan solusi dari Deadline Driven Development adalah #NoDeadline, kita menolak solusi tersebut mentah-mentah tanpa terlebih dahulu legowo membuka pikiran untuk dapat menerima ide-ide revolusioner. When we think we know much, we will not learn anything new then we stopped growing as a human being. Kita masih menginginkan adanya elemen-elemen manajemen orde baru tetap ada dalam sistem korporasi kita karena kita beranggapan tanpa deadline software developer hanya akan malas-malasan.

Solusi dari cara berpikir yang revolusioner, dimana kita tidak bisa melakukan mindset kuno yang sudah sejak lama kita lakukan akan kita anggap tidak masuk akal sehat kita. Kalaupun kita menginginkan solusi, kita ingin agar solusi yang diberikan oleh orang lain tetap mengakomodir mindset kuno yang selama ini telah kita lakukan selama bertahun-tahun. Melawan status quo hanya akan membuat kita terlihat aneh dan membuat kita terkucilkan. Memelihara status quo adalah kebiasaan bangsa kita semenjak jaman orde baru dan masih banyak dipraktikkan di korporasi-korporasi di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Software development sangat mengandalkan inovasi dan inovasi tidak bisa terjadi bila kekuatan politik selalu menang. Inovasi terjadi dalam knowledge driven organisation BUKAN political power driven organisation. Ekosistem software development di Indonesia tidak akan pernah maju kalau kita semua saling mempertahankan status quo.

Mindset kuno keenam

Eits belum berakhir sampai di situ saja. Setelah membaca semua permasalahan dan solusi yang beredar di industri software development di Indonesia, selalu ada saja di antara kita yang akan mengatakan, “bukan bangsa Indonesia saja yang memiliki mindset kuno ini kok”. Pernyataan tersebut menjadi sebuah pembenaran agar kita tetap memelihara status quo. Kita gemar sekali mencari pembenaran dengan menunjuk bangsa lain yang juga memiliki mindset kuno seperti bangsa kita. Hal ini dinamakan sebagai confirmation bias, dengan mengkonfirmasi selama bangsa lain juga memiliki mindset kuno maka tidak ada yang salah bila bangsa Indonesia juga memiliki mindset yang sama. Sangat menarik bukan?

Kalau kamu juga sudah bosan bahkan muak dengan pola pikir kuno di industri software development Indonesia mari kita bersama membuat perubahan. Mungkin kita tidak bisa merubah pola pikir orang-orang dari generasi sebelum kita, tetapi kita bisa merubah ekosistem software development untuk generasi setelah kita. Silahkan sebarkan artikel ini di milis kantor, buletin, sosial media, dsb tanpa terlebih dahulu meminta ijin dari saya. Mari bersama membantu segenap rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk memiliki sudut pandang yang benar mengenai software development. Terima kasih atas bantuannya.

MITOS KUNO PENJAJAH EKOSISTEM SOFTWARE DEVELOPMENT INDONESIA

1Software developer adalah pekerjaan kasta bawah

2Obsesi mengukur software developer

3. Tidak bisa menerima ketidak-pastian

4. Yang penting jalan dulu deh

5. Kekuatan politik selalu menang

---

 

 

...Ref : https://medium.com/modern-management/5-mindset-kuno-penjajah-ekosistem-software-development-indonesia-47e17f33cbe3...

Share This

Comments